Sabtu, 08 Mei 2010

Tahriim

Tahrim yaitu melarang atau mengharamkan sesuatu untuk dilakukan.
Allah berfirman dalam surat Al-An’am ayat 151

Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah telah mengharamkan hal-hal tertentu untuk dilakukan oleh manusia. Hal-hal yang haram tersebut adalah:
1. Menyekutukan Allah
2. Berbuat durhaka kepada orang tua
3. Membunuh anak Karena takut miskin
4. Mendekati perbuatan-perbauatan keji
5. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah
Dari ayat diatas kita dapat memperoleh pelajaran bahwa disamping Allah membolehkan melakukan sesuatu, juga melarang sesuatu untuk dilakukan, diantaranya seperti yang tersebut diatas. Dan larangan-larangan Allah ini dimaksudkan untuk melindungi manusia dan menjauhkan dari hal-hal yang dapat membinasakan dirinya. Karena itu, supaya manusia dapat hidup selamat, haruslah mentaati larangan-larangan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tentu saja larangan-larangan yang sudah ditetapkan oleh Allah, Tidak sebanyak apa yang dihalalkan. Sebab larangan-larangan yang Allah tetapkan itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan kehidupan manusia dibumi ini.
Metode tahriim ini berlaku dalam pendidikan dan pengajaran kepada Anak-anak. Orang tua tidak dapat membiarkan anak-anaknya berbuat apa saja sesuai seleranya. Sebalinya, orang tua harus mengajarkan norma-norma agama dan pergaulan yang beradab kepada putra-putrinya. Dalam mengajarkan hal-hal yang terlarang bagi putra-putrinya, yang pertama-tama harus disampaikan adalah larangan-larangan agama. Kemudian orang tua juga mengajarkan norma-norma pergaulan dimasyarakat.
Anak-anak juga diajarkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam lingkungan keluargannya, karena hal-hal tersebut akan merugikan keselamatan dirinya. Misalnya, menyalakan korek api dekat botol bensin, tangan basah memegang tombol listrik dan lain sebagainya yang membahayakan dirinya. Begitu pula halnya dengan larangan-larangan agama. Karena itu, sejak dini oran tua harus memperkenalkan kepada putra-putrinya sesuai dengan perkembangan umurnya.
Dalam kehidupan keluarga, orang tua selalu dituntut untuk memperhatikan perilaku putra-putrinya di rumah agar dapat ditegakan tatanan didalam keluarga. Adanya larangan yang diberlakukan di dalam mendukung terciptanya jiwa keshalihan anak yang menjadi perintah Islam untuk dilakukan. Jadi, hal-hal yang orang tua kemukakan sebagai larangan bagi anak-anak, harus sejalan dan searah dengan syariat islam agar cita-cita menjadikan anak-anak sebagai orang-orang shalih di kemuadian hari dapat berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar